Peluang Bisnis Kue Kering Rumahan untuk LebaranUsaha kue kering menjelang lebaran telah jadi bisnis musiman dari tahun ke tahun. Peluang tersebut sering dianggap stagnan karena hanya menjual produk yang begitu-begitu saja tiap tahun. Namun Edwin Indarto, pemilik usaha RA Cookies memiliki pandangan yang berbeda. Bersama istrinya, ia mengelola usaha ini sebagai bisnis sampingan selama bulan Ramadan. Ini memang hanya mereka lakukan menjelang Lebaran saja untuk memenuhi permintaan.

Tahun ini mereka agak terlambat memulai usaha karena baru dilakukan saat Ramadan sudah tiba. Hal tersebut dikarenakan mereka sempat ragu apakah sanggup memenuhi permintaan atau tidak. Kesibukan utama pasangan suami istri ini memang bukan dalam bisnis ini. Mereka berdua berprofesi sebagai dosen. Di samping kesibukan di kampus, mereka masih sempat mengelola usaha masing-masing. Irmawati mengelola butik yang terletak di samping rumahnya, Edwin juga dikenal sebagai seorang business coach di salah satu lembaga. Kesibukan itu tidak membuat mereka berhenti memanfaatkan momentum menjelang Lebaran.

Usaha kecil ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lima tahun lalu dan selalu dikerjakan sekeluarga. Urusan proses pembuatan kue diserahkan pada adik Edwin di rumahnya di Jogja. Setelah jadi, kue-kue kering tersebut dibawa ke Solo untuk dikemas dan dipasarkan. Belajar dari pengalaman sebelumnya saat mereka sering menangani pesanan dalam jumlah kecil, mereka menawarkan sesuatu yang baru. Jika biasanya kue-kue kering itu hanya dikemas dalam toples plastik dan dijual begitu saja, kini Irmawati dan Edwin menjualnya dalam bentuk lain.

Peluang Usaha Sampingan Kue Kering Menjelang Lebaran Hari Raya

Tahun ini mereka memproduksi kue dan bikin parsel. Dengan bikin parsel, sekarang banyak pesanan yang datang dalam jumlah besar. Parsel ini memang sengaja dibuat beda dengan parsel pada umumnya. Jika parsel biasanya menyertakan semua berbagai makanan dan minuman mewah, parsel buatan Irmawati menawarkan konsep yang lebih jelas.

Parsel itu hanya berisi kue-kue kering yang bervariasi. Kalau pun ada tambahan, bentuknya tetap makanan kering dan bukan minuman. Mereka percaya diri dengan parsel kue kering mereka ini. Selain mengandalkan bungkusan parsel, mereka juga berusaha membuat kue-kue mereka tampil lebih berkelas. Untuk parsel, kue-kue kering tidak lagi ditempatkan di dalam toples plastik, melainkan toples kaca yang khusus dipesan dari Jogja dan jarang ditemukan di pasar biasa. Konsep parsel baru ini ternyata mendatangkan banyak pemesan.

Dari 100 pesanan parsel saat ini, sebagian besar datang dari perusahaan, khususnya perbankan di Solo. Bersaing dengan banyaknya produsen dan reseller kue-kue kering lainnya di Indonesia, Irma dan Edwin memang tidak hanya mengandalkan kemasan baru. Di samping membuat parsel khusus, mereka juga memproduksi jenis kue-kue baru. Tahun ini mereka bukan hanya menawarkan kue-kue klasik semacam kastengel, putri salju atau nastar tapi juga mencoba membuat variasi coco crunch (sereal), berbagai kue cokelat kering dan kue berwarna-warni. Tertarik mengembangkan Peluang Bisnis Rumahan Kue Kering untuk Lebaran seperti mereka? Selamat mencoba!